Article Detail
Menggali Emas di Lereng Merapi: Petualangan Wirausaha Cilik SD Tarakanita Ngembesan
uasana di lereng Gunung Merapi tampak lebih ceria dari biasanya pada Kamis (16/4/2026). Puluhan siswa SD Tarakanita Ngembesan tidak duduk di bangku kelas seperti biasa, melainkan tersebar di berbagai titik UMKM lokal untuk belajar menjadi pengusaha muda sejak dini.
Melalui program Outing Class, sekolah ini mengajak para siswanya mengenal potensi alam sekitar, mulai dari tanaman herbal, peternakan, hingga perkebunan untuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi.

Keseruan bermula di rumah produksi Cemil Kriuk pada pukul 11.00 WIB. Sebanyak puluhan siswa kelas 1 dan 2 tampak antusias saat diperkenalkan dengan daun pegagan. Tanaman yang sering dianggap liar ini ternyata disulap menjadi keripik renyah oleh Bu Harti, sang pemilik usaha.
"Daun ini bukan sekadar tanaman liar, tapi herbal yang bagus untuk kecerdasan otak, terutama bagi anak-anak di masa pertumbuhan," jelas Bu Harti dengan sabar.
Tak hanya menyimak, para "petualang cilik" ini terjun langsung membantu menimbang keripik hingga menempelkan label kemasan. Di sini, ketelitian dan kebersihan menjadi pelajaran utama bagi mereka dalam memahami proses sebuah produk sampai ke tangan konsumen.

Bergeser ke pusat pengolahan susu kambing Etawa, siswa kelas 3 dan 4 mendalami proses panjang di balik segelas susu sehat yang mereka konsumsi setiap hari. Mereka tidak hanya melihat kambingnya, tetapi masuk ke ruang produksi untuk melihat transformasi susu cair menjadi bubuk.Aksi mengaduk susu cair hingga menjadi bongkahan kering, mengayak, hingga mengemas produk menjadi pengalaman fisik yang menyenangkan bagi mereka. Para guru pendamping menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa menghargai produk lokal dan menyadari potensi besar ekonomi desa yang berasal dari sektor peternakan.

Sementara itu, siswa kelas senior (5 dan 6) mengunjungi pusat pengolahan Salak "Berlian" di wilayah Turi, Sleman. Sebagai daerah penghasil salak pondoh, siswa diajak melihat bagaimana buah segar disulap menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi seperti dodol dan wajik salak.Ibu pengelola UMKM "Berlian" mengaku terkesan dengan sikap kritis para siswa yang banyak bertanya mengenai strategi pemasaran sederhana.
Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu terpaku pada buku teks di dalam kelas. Dengan melihat keberhasilan para pelaku UMKM lokal, SD Tarakanita Ngembesan berharap para siswanya memiliki jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan rasa bangga terhadap desa mereka sendiri.
Sebagai buah tangan, setiap siswa pulang dengan membawa produk olahan hasil kunjungan mereka. Meski wajah nampak lelah, senyum puas terpancar karena mereka baru saja menyelesaikan satu misi penting: Menemukan potensi masa depan di tanah kelahiran mereka sendiri.
-
there are no comments yet