Article Detail
Tanggap Fenomena Pubertas Dini, SD Tarakanita Ngembesan Gelar Pendidikan Seksualitas yang Edukatif dan Menyenangkan
SLEMAN – Tiupan angin
kencang yang melanda kawasan sekolah pada Sabtu (24/01) tidak sedikit pun
menyurutkan semangat para siswa SD Tarakanita Ngembesan. Sebanyak 88 peserta
didik dari kelas IV hingga VI tampak antusias mengikuti kegiatan
"Pendidikan Seksualitas" yang digelar di bawah perlindungan atap
kokoh sekolah tersebut. Kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)
sekolah sebagai respons tanggap terhadap dinamika tumbuh kembang anak saat ini.
Demi kenyamanan
dan efektivitas penyampaian materi, peserta didik dibagi menjadi dua kelompok
besar berdasarkan jenis kelamin, yang terdiri dari 50 siswa laki-laki dan 38
siswa perempuan. Edukasi ini menghadirkan narasumber kompeten yang berasal dari
kalangan orang tua murid (wali murid), memastikan pendekatan yang dilakukan
bersifat personal namun tetap profesional. Kegiatan dibagi
menjadi dua sesi utama:
- Sesi
Kesehatan Reproduksi: Disampaikan oleh Ibu
Christina Natalia, Amd.Keb., yang memberikan pemahaman mendasar mengenai
biologi dan kebersihan diri.
- Sesi Anak
Bijak & Pertemanan Sehat: Disampaikan oleh Ibu Imelda
Prihantari Bekti Adaninggar, S.Psi., yang menekankan pada aspek psikologis
dan sosial.
Kombinasi pembawaan narasumber yang riang namun tetap serius membuat materi yang sensitif ini dapat diterima dengan baik. Anak-anak terlihat sangat menikmati proses pembelajaran yang interaktif tersebut.

Pelaksanaan program ini
dilatarbelakangi oleh banyaknya masukan dari orang tua murid kepada pihak
sekolah. Beberapa isu yang menjadi sorotan utama meliputi:
- Fenomena
anak-anak yang mulai mengenal rasa suka terhadap lawan jenis (pacaran) di
usia dini.
- Penggunaan
gawai (HP) yang berlebihan.
- Penurunan
hasil belajar siswa.
- Kesiapan
mental bagi siswi yang telah memasuki masa pubertas.
Melalui edukasi ini, pihak SD Tarakanita Ngembesan menaruh harapan besar agar para peserta didik mampu lebih fokus dalam belajar dan mengenali perkembangan dirinya dengan baik. "Tujuannya adalah agar anak-anak mampu menjaga diri, menjaga kebersihan alat reproduksi, serta bersikap bijak dalam pergaulan. Kami ingin mereka fokus bertumbuh sesuai waktunya," ujar perwakilan panitia. Dengan bekal pengetahuan ini, diharapkan siswa tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara emosional dalam menjalin pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah.
-
there are no comments yet